malam kesatu :
kejadiannya berulang, berkali-kali aku melewati jalan yang sama dan berkali-kali pula aku melihatnya
malam kedua :
di sebuah sekolah aku sedang duduk sambil bertanya pada seorang teman tentang dia dan perempuannya lalu perempuannya datang dan memarahiku karena aku telah mengganggu. si dia hanya melihat dari kejauhan
malam ketiga :
aku sedang berada di sebuah angkutan kota dan tanpa disadari si perempuan juga berada disana. lalu kami berbincang selayaknya teman, kami turun di sebuah mall lalu datanglah dia untuk menjemput si perempuan. kami bertiga berjalan bersama.
semua itu adalah mimpi
ya, selama tiga hari berturut-turut saya bermimpi tentang dia. seseorang yang seharusnya tidak saya ingat lagi. seseorang yang sudah jadi milik orang lain. seseorang yang hidupnya tidak mau lagi saya ganggu. seseorang yang sekarang bahagia dengan hidup barunya, itu yang terpenting.
semuanya berawal dari hari jumat, hari itu saya dan teman saya baru pulang jalan-jalan. kita menuju ke rumah seorang teman lainnya. tiba-tiba dari arah berlawanan saya melihatnya, dia dengat jaket putihnya, helm putihnya dan motornya yang juga berwarna putih melintas begitu saja. saya tertegun lalu menangis. sakit.
mungkin terdengar sepele, tapi apa kalian tau ? terakhir kali saya melihatnya adalah setahun yang lalu, selama 7 bulan dekat tidak pernah bertemu. kami sering berselisih waktu di sebuah tempat tapi tidak pernah berpapasan, satu kalipun. bukankah akan sangat sakit jika akhirnya saya bisa melihatnya lagi tapi disaat yang tidak tepat ? itulah yang terjadi.
banyak pertanyaan, kenapa bukan sebulan yang lalu waktu saya dan dia masih berkomunikasi dengan baik? jadi saya bisa sekedar menyapa atau ngobrol sedikit. kenapa bukan beberapa bulan kedepan waktu hati saya sudah membaik? jadi saya bisa biasa saja waktu melihatnya. kenapa mesti sekarang ? kenapa mesti waktu saya masih belum sembuh ? kenapa mesti waktu ingatan saya tentang dia masih kuat ? kenapa sekarang bukan dulu atau nanti ? kenapa ??!
melihatnya, lalu bermimpi tentangnya tiga hari berturut-turut
ini keterlaluan, takdir ini sudah keterlaluan !
apa kalian tau ?
bahkan sekarang aku takut untuk tidur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar